YOGYAKARTA, 27 Mei 2026 – Setahun telah berlalu sejak Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Jawa Tengah 2025 menghiasi panggung olahraga mahasiswa nasional. Namun, semangat juang yang terpancar dari para atlet panahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap terasa hidup dan menginspirasi – seolah aroma semangat persaingan dan kebersamaan masih menggema di udara. Di antara para atlet yang berkontribusi pada prestasi tim panahan DIY adalah Nova Shelvira Amelia Putri, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi angkatan 2023.
Bukan hanya sebagai peserta, Nova muncul sebagai sosok yang berjuang dengan tekun dan menorehkan cerita indah di atas panggung nasional. Melalui kerja keras yang tak kenal lelah dan ketenangan yang luar biasa, ia berhasil membawa pulang dua medali bergilir:
– Medali Perak dalam kategori Compound Beregu Putri
- Medali Perunggu dalam kategori Compound Mix Tim
Prestasi Nova hanyalah satu potret dari mozaik besar perjuangan tim panahan DIY di POMNAS XIX. Secara keseluruhan, kontingen panahan DIY berhasil mengumpulkan hasil yang membanggakan: 2 medali emas, 8 medali perak, dan 9 medali perunggu. Angka-angka tersebut bukan sekadar deretan angka atau kumpulan medali di rak, melainkan wujud nyata dari ribuan jam latihan yang dilalui di bawah terik matahari, tetesan keringat yang membasahi lapangan latihan, serta doa dan dukungan yang terus mengalir dari keluarga, pelatih, dan seluruh masyarakat DIY.
Di balik semua prestasi yang diraih, POMNAS XIX bukan hanya menjadi ajang untuk bersaing dan meraih kemenangan. Panggung ini menjadi wadah di mana para atlet panahan DIY menunjukkan arti sejati dari sportivitas dan kebersamaan. Mereka mengajarkan bahwa olahraga panahan bukan hanya tentang ketepatan menembak target, tetapi juga tentang melatih kesabaran, mengendalikan emosi diri, serta menjaga semangat yang tinggi meskipun tekanan datang dari segala arah. “Panahan mengajarkan saya tentang fokus dan kesabaran. Setiap kali saya menarik tali busur, saya belajar untuk menghadapi segala tekanan dengan tenang dan tetap konsisten,” ujar
Nova yang masi aktif menjadi atlet panahan dan mahasiswa di Kini, setelah setahun berlalu dan sorak-sorai di arena perlombaan telah mereda, kisah perjuangan para atlet panahan DIY tetap relevan untuk diceritakan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Semangat juang Nova dan rekan-rekan atletnya menjadi pengingat bahwa kerja keras dan tekad yang kuat tidak akan pernah sia-sia. Setiap anak panah yang dilepaskan bukan hanya untuk mengenai target, tetapi juga sebagai simbol harapan, keberanian, dan cinta yang mendalam pada olahraga. “Tidak ada keajaiban yang terjadi tanpa doa dan usaha. Itulah motivasi saya untuk terus berusaha, belajar, dan menjadi lebih baik dari diri saya kemarin,” ujar Nova dengan penuh semangat.
Ia menambahkan cerita tentang dedikasi ayahnya sebagai prajurit TNI, “Ayah saya seorang prajurit TNI yang kini bertugas di Kodim Kota Yogyakarta Koramil Danurejan bernama serma Haryono , Semasa kecil saya, ayah pernah bertugas di Yonif 403 Wirasada Pratista, dan seringkali saya harus ditinggal karena ayah ditugaskan sebagai satgas pengamanan di wilayah perbatasan. Meskipun jarang bertemu dan sering harus menjalani hari tanpa kehadiran ayah, saya selalu memahami bahwa tugasnya adalah untuk melindungi bangsa dan negara.”
“Saya yakin, bukan hanya kerja keras saya yang membawa saya sampai di sini, tetapi doa yang selalu dipanjatkan oleh ayah dan ibu saya setiap hari. Meskipun ayah sering jauh karena tugasnya sebagai prajurit yang setia kepada bangsa dan negara, doa dan kasih sayangnya selalu ada bersama saya. Terima kasih Bapak dan Ibu, atas semua pengorbanan dan dukungan yang telah diberikan,” tambah Nova dengan mata berkaca-kaca. Selain dukungan keluarga, prestasi Nova juga menjadi bagian dari prestasi kolektif tim panahan DIY yang berhasil meraih 2 medali emas, 8 medali perak, dan 9 medali perunggu di POMNAS XIX Jawa Tengah 2025. Semangat juang yang dibawa Nova bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas pengorbanan para prajurit yang selalu menjaga keamanan tanah air.
“Tidak ada keberhasilan tanpa usaha dan doa. Semangat pengorbanan yang saya pelajari dari ayah sebagai prajurit menjadi inspirasi saya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi bangsa.” Ujar Nova Shelvira Amelia Putri






